Demi Masa
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan
nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran serta
nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Apr 11, 2011

IMAM MUSLIM


RIWAYAT MUSLIM

( WANITA SOLEHAH )

KITAB SOHIH MUSLIM



6 MUSLIM??

Bila ditanya : kelas apa?

Dijawab :6 MUSLIM

Ditanya lagi : Apa yang awak tahu pasal MUSLIM (IMAM MUSLIM )??

Kemudian?? Diam tanpa kata-kata..

Jadi, mari kita selongkar kisah - kisah IMAM MUSLIM dan riwayatnya!!

Jadi, kalau orang tanya selepas ni, kita MESTI boleh jawab.

JOM!!








Imam Muslim

Penghimpun dan penyusun hadith terbaik kedua setelah Imam Bukhari adalah Imam Muslim. Nama lengkapnya ialah Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Ia juga mengarang kitab As-Shahih (terkenal dengan Shahih Muslim). Ia salah seorang ulama terkemuka yang namanya tetap dikenal hingga kini. Ia dilahirkan di Naisabur pada tahun 206 H. menurut pendapat yang shahih sebagaimana dikemukakan oleh al-Hakim Abu Abdullah dalam kitabnya 'Ulama'ul-Amsar.

Kehidupan dan Lawatannya untuk Mencari Ilmu

Ia belajar hadith sejak masih dalam usia dini, yaitu mulaii tahun 218 H. Ia pergi ke Hijaz, Iraq, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dalam lawatannya Imam Muslim banyak mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadith kepada mereka. Di Khurasan, ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu 'Ansan. Di Irak ia belajar hadith kepada Ahmad bin Hambal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz belajar kepada Sa'id bin Mansur dan Abu Mas'Abuzar; di Mesir berguru kepada 'Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan kepada ulama ahli hadith yang lain. Muslim berkali-kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadith, dan kunjungannya yang terakhir pada 259 H. di waktu Imam Bukhari datang ke Naisabur, Muslim sering datang kepadanya untuk berguru, sebab ia mengetahui jasa dan ilmunya. Dan ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan Az-Zihli, ia bergabung kepada Bukhari, sehingga hal ini menjadi sebab terputusnya hubungan dengan Az-Zihli. Muslim dalam Shahihnya maupun dalam kitab lainnya, tidak memasukkan hadith-hadith yang diterima dari Az-Zihli padahal ia adalah gurunya. Hal serupa ia lakukan terhadap Bukhari. Ia tidak meriwayatkan hadith dalam Shahihnya, yang diterimanya dari Bukhari, padahal iapun sebagai gurunya. Nampaknya pada hemat Muslim, yang lebih baik adalah tidak memasukkan ke dalan Shahihnya hadith-hadith yang diterima dari kedua gurunya itu, dengan tetap mengakui mereka sebagai guru.

Wafatnya

Imam Muslim wafat pada Minggu sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H. dalam usia 55 tahun.

Guru-gurunya

Selain yang telah disebutkan di atas, Muslim masih mempunyai banyak ulama yang menjadi gurunya. Di antaranya : Usman dan Abu Bakar, keduanya putra Abu Syaibah; Syaiban bin Farwakh, Abu Kamil al-Juri, Zuhair bin Harb, Amr an-Naqid, Muhammad bin al-Musanna, Muhammad bin Yassar, Harun bin Sa'id al-Ayli, Qutaibah bin Sa'id dan lain sebagainya.

Keahlian dalam Hadith

Apabila Imam Bukhari merupakan ulama terkemuka di bidang hadith shahih, berpengetahuan luas mengenai ilat-ilat dan seluk beluk hadith, serta tajam kritiknya, maka Imam Muslim adalah orang kedua setelah Imam Bukhari, baik dalam ilmu dan pengetahuannya maupun dalam keutamaan dan kedudukannya. Imam Muslim banyak menerima pujian dan pengakuan dari para ulama ahli hadith maupun ulama lainnya. Al-Khatib al-Baghdadi berketa, "Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, memperhatikan ilmunya dan menempuh jalan yang dilaluinya." Pernyataan ini tidak bererti bahawa Muslim hanyalah seorang pengekor. Sebab, ia mempunyai ciri khas dan karakteristik tersendiri dalam menyusun kitab, serta metode baru yang belum pernah diperkenalkan orang sebelumnya. Abu Quraisy al-Hafiz menyatakan bahawa di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadith hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Muslim (Tazkiratul Huffaz, jilid 2, hal. 150). Maksud perkataan tersebut adalah ahli-ahli hadith terkemuka yang hidup di masa Abu Quraisy, sebab ahli hadith itu cukup banyak jumlahnya.

Karya-karya Imam Muslim

Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit jumlahnya, di antaranya : · Al-Jami' as-Shahih (Shahih Muslim).· Al-Musnadul Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadith).· Kitabul-Asma' wal-Kuna.· Kitab al-'Ilal.· Kitabul-Aqran.· Kitabu Su'alatihi Ahmad bin Hambal.· Kitabul-Intifa' bi Uhubis-Siba'.· Kitabul-Muhadramin.· Kitabu man Laisa lahu illa Rawin Wahid.· Kitab Auladis-Sahabah.· Kitab Awhamil-Muhadditsin.

Kitab Shahih Muslim

Di antara kitab-kitab di atas yang paling agung dan sangat bermanfat luas, serta masih tetap beredar hingga kini ialah Al-Jami' as-Shahih, terkenal dengan Shahih Muslim. Kitab ini merupakan salah satu dari dua kitab yang paling shahih dan murni sesudah Kitabullah. Kedua kitab Shahih ini diterima baik oleh segenap umat Islam. Imam Muslim telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meneliti dan mempelajari keadaan para perawi, menyaring hadith-hadith yang diriwayatkan, membandingkan riwayat-riwayat itu satu sama lain. Muslim sangat teliti dan hati-hati dalam menggunakan lafaz-lafaz, dan selalu memberikan isyarat akan adanya perbedaan antara lafaz-lafaz itu. Dengan usaha yang sedeemikian rupa, maka lahirlah kitab Shahihnya. Bukti konkrit mengenai keagungan kitab itu ialah suatu kenyataan, di mana Muslim menyaring isi kitabnya dari ribuan riwayat yang pernah didengarnya. Diceritakan, bahawa ia pernah berkata: "Aku susun kitab Shahih ini yang disaring dari 300.000 hadith." Diriwayatkan dari Ahmad bin Salamah, yang berkata : "Aku menulis bersama Muslim untuk menyusun kitab Shahihnya itu selama 15 tahun. Kitab itu berisi 12.000 buah hadith. Dalam pada itu, Ibn Salah menyebutkan dari Abi Quraisy al-Hafiz, bahawa jumlah hadith Shahih Muslim itu sebanyak 4.000 buah hadith. Kedua pendapat tersebut dapat kita kompromikan, yaitu bahawa perhitungan pertama memasukkan hadith-hadith yang berulang-ulang penyebutannya, sedangkan perhitungan kedua hanya menghitung hadith-hadith yang tidak disebutkan berulang. Imam Muslim berkata di dalam Shahihnya: "Tidak setiap hadith yang shahih menurutku, aku cantumkan di sini, yakni dalam Shahihnya. Aku hanya mencantumkan hadith-hadith yang telah disepakati oleh para ulama hadith." Imam Muslim pernah berkata, sebagai ungkapan gembira atas karunia Tuhan yang diterimanya: "Apabila penduduk bumi ini menulis hadith selama 200 tahun, maka usaha mereka hanya akan berputar-putar di sekitar kitab musnad ini." Ketelitian dan kehati-hatian Muslim terhadap hadith yang diriwayatkan dalam Shahihnya dapat dilihat dari perkataannya sebagai berikut : "Tidaklah aku mencantumkan sesuatu hadith dalam kitabku ini, melainkan dengan alasan; juga tiada aku menggugurkan sesuatu hadith daripadanya melainkan dengan alas an pula." Imam Muslim di dalam penulisan Shahihnya tidak membuat judul setiap bab secara terperinci. Adapun judul-judul kitab dan bab yang kita dapati pada sebahagian naskah Shahih Muslim yang sudah dicetak, sebenarnya dibuat oleh para pengulas yang datang kemudian. Di antara pengulas yang paling baik membuatkan judul-judul bab dan sistematika babnya adalah Imam Nawawi dalam Syarahnya. Sumber: Kitab Hadith Shahih yang Enam, Muhammad Muhammad Abu Syuhbah.

Apr 10, 2011

PERMOHONAN DITERIMA


PERMOHONAN DITERIMA


SEMOGA ALLAH PERMUDAHKAN..


TAHNIAH
ANDA LAYAK UNTUK MENGIKUTI TEMUDUGA
PROGRAM DIPLOMA TAHFIZ AL QURAN SESI 2011/2014

Nama : BALQIS BINTI BAHARUDIN
No. Kad Pengenalan : ...................................

PROSES TEMUDUGA PROGRAM DIPLOMA TAHFIZ AL QURAN SESI 2011/2014

Calon dikehendaki menjalani sesi temuduga hafazan dan ujian bertulis
(calon diberi satu mukasurat al Quran Mashaf Uthmani untuk dihafaz dalam masa 1 jam).




DARUL QURAN
JABATAN KEMAJUAN ISLAM MALAYSIA
Jalan Hamzah, Ampang Pecah 44000 Kuala Kubu Bharu
Selangor Darul Ehsan

BALQIS BINTI BAHARUDIN
.......................................................................,25150 KUANTAN,
PAHANG DARUL MAKMUR.

Assalamualaikum Wrt. Wbt.

Encik/Cik

TEMUDUGA DIPLOMA TAHFIZ AL QURAN JABATAN KEMAJUAN ISLAM MALAYSIA SESI 2011/2014

Adalah saya diarah dengan hormatnya merujuk kepada perkara di atas.

2. Sukacita dimaklumkan bahawa Encik/Cik dikehendaki hadir untuk temuduga tersebut pada tarikh, masa dan tempat seperti berikut:

Tarikh :19/04/2011 (Selasa)
Masa :8:30 Pagi
Tempat :MTQN Pahang
MTQN Pahang
Lot 11908, Jalan Tanjung Lumpur,
26060 Kuantan Pahang

3. Encik/Cik diminta membawa dokumen-dokumen berikut:

i. Surat Panggilan Temuduga
ii. Borang Permohonan yang lengkap diisi.
iii. Mushaf al Quran ( Kitab berzanji bagi calon wanita yang uzur)
iv. Kad Pengenalan dan satu salinan yang telah disahkan
v. Slip/Sijil SPM asal dan satu salinan yang telah disahkan
vi. Lain-lain sijil asal yang berkaitan.
vii. Alat tulis

4. Encik/Cik diingatkan supaya datang lebih awal untuk pendaftaran. Untuk maklumat lanjut sila hubungi Unit Pengambilan di talian 03-60635333/5350.

Sekian Terima Kasih

"BERKHIDMAT UNTUK NEGARA"

Saya yang menurut perintah

(HAJI PAIMUZI BIN YAHYA)

Pengarah
Darul Quran Jakim

Nota : Ini adalah cetakan komputer, tandatangan tidak diperluka










Apr 9, 2011

Allah Bukan Tidak Menjawab Kamu..







Artikel Terbaru dari Hilal Asyraf..

Selamat Membaca ! :)





Ada manusia, rasa ditinggalkan Allah SWT.

Dia merasakan, Allah telah berpaling daripadanya. Hidupnya sentiasa sukar, dan kesenangannya tidak pernah lama. Derita, derita dan derita sahaja yang diterimanya. Bila dia merasakan dia baru sahaja bahagia, akan datang pula satu lagi cabaran yang menggegarkan kehidupannya.

Akhirnya dia kelelahan. Kekuatannya kontang. Lantas dia merosot jatuh, terlutut dengan tangisan. Rasa tidak berguna lagi kehidupan. Rasa lebih baik dirinya dijemput kematian segera. Kerana dia kini benar-benar rasa tidak berkemampuan. Derita yang sangat derita, dan kini dia tidak lagi mampu bertahan.

Tetapi, benarkah Allah meninggalkan?

Kebersihan iman

Keimanan adalah keyakinan. Sekiranya iman kita bersih, maka kita akan kekal yakin kepada Allah SWT. Sebab itu kita mampu mengikuti syariatNya, perintahNya, walaupun kadangkala macam sedikit sukar dan membebankan.

Orang Nasrani sekadar ke gereja seminggu sekali, kita perlu solat lima kali sehari. Agama lain kalau puasa sekejap sahaja, kita pula perlu menjalani ibadah puasa 30 hari lamanya. Perempuan lain pakai apa yang mereka suka, Islam ketat mengarahkan wanitanya menutup aurat dan hanya boleh mendedahkan muka dan kedua telapak tangan sahaja.

Keimanan, adalah apa yang memampukan kita melakukan semua itu. Kalau diikutkan kewarasan akal biasa, mungkin kita awal-awal lagi sudah mencerca Allah SWT kerana mengarahkan perkara-perkara yang sedemikian. Tetapi keimanan adalah apa yang meningkatkan kewarasan akal kita dari biasa, kepada luar biasa. Hingga kita faham bahawa, Allah tidak akan memberikan kita perkara yang sia-sia. Semua itu pasti ada hikmahnya. Itulah dia kewarasan kita. Bukan maddi(material) semata-mata.

Jadi, keimanan yang bersih akan membawa kepada kefahaman bahawa segala dugaan dan cabaran, halangan dan kesukaran, semuanya adalah pemberian Allah SWT. Dan msutahil Allah memberikannya sekadar untuk bermain-main dengan kita.

Ada tujuan.

Dan itu adalah bukti, ujian dan halangan, kesukaran dan cabaran, bukanlah petanda Allah meninggalkan kita. Bahkan, sebaliknya. Kita boleh melihat, itulah tanda Allah ‘sedang memandang’ kita.

Tujuan ujian

Kita kembali kepada Allah SWT, dalam tujuanNya menurunkan cabaran dan kesukaran.

“Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: Kami beriman, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta.” Surah Al-Ankabut ayat 2-3.

Nyata, tujuan ujian hakikatnya adalah ‘tapisan’. Dunia bukan pentas penerimaan hadiah di mana kita mendapat natijah. Tetapi dunia hakikatnya adalah pentas pertandingan, untuk menguji ‘peserta-peserta’ di dalamnya. Pentas penerimaan hadiah adalah di akhirat sana.

Dan ujian bukan semata-mata ‘tapisan’, tetapi ujian juga datang sebagai ‘pembalasan’ ataupun ‘pembersihan’ ataupun ‘peringatan’.

“Telah timbul berbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia; (timbulnya yang demikian) kerana Allah hendak merasakan mereka sebahagian dari balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka telah lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat).” Surah Ar-Ruum ayat 41.

Jadi, ayat di atas jelas menunjukkan betapa kadangkala bala yang menimpa itu, hakikatnya adalah akibat daripada perbuatan kita. Ini termasuklah dosa-dosa yang kita lakukan. Ada sebahagian manusia itu, Allah hapuskan terus bila diturunkan bala ke atas mereka. Sebagai contoh, Kaum Nuh yang majoritinya tenggelam lemas dalam banjir besar. Tetapi wujud sebahagian yang lain, Allah hidupkan selepas menerima ujian, ataupun ujian itu diciptakan memang untuk tidak menghilangkan nyawanya, bertujuan memberikannya ‘tamparan peringatan’ akan keadaan dirinya.

Ujian juga, hakikatnya adalah satu bentuk ‘panggilan’ Allah SWT, agar hamba-hambaNya yang selama ini alpa, merapat kepadaNya. Lihatlah firman Allah SWT:

“Dan apabila mereka dirempuh serta diliputi oleh ombak yang besar seperti kelompok-kelompok awan menyerkup, pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan mereka kepadaNya semata-mata. Kemudian bila sahaja Allah menyelamatkan mereka ke darat maka sebahagian sahaja di antara mereka yang bersikap adil (lalu bersyukur kepada Allah serta mengesakanNya). Dan sememangnya tiada yang mengingkari bukti-bukti kemurahan Kami melainkan tiap-tiap orang yang bersifat pemungkir janji, lagi amat tidak mengenang budi.” Surah Luqman ayat 32.

Jelas bukan? Ujian daripada Allah itu, nyata bukan kosong. Tetapi ada tujuannya. Mustahil sia-sia.

Allah bukan tidak menjawab, tetapi Dia Maha Tahu bila hendak menjawab

Lama bertahan kadangkala membuatkan kita kecewa. Lebih menyakitkan hati, apabila kita cuba meluahkan penderitaan kita, orang lain hanya tahu menyatakan sabar sahaja. Sedangkan yang kita perlu adalah ‘tindakan’, bukan sekadar bicara-perkataan.

Tetapi apabila kita balik kepada hakikat ujian tadi, dan tujuannya, bukankah hati sudah sedikit tenang? Nyata di dalam ujian itu juga yang ada hanyalah kebaikan-kebaikan sahaja.

“Yalah, aku faham semua itu, tetapi aku manusia.”

Ya, saya faham. Saya juga manusia. Sebab itulah saya bermula dengan kebersihan iman, dan mengajak kita memahami hakikat ujian. Sebab saya sendiri pernah gugur dan jatuh. Bukan sekali dua, bahkan berkali-kali. Tersungkur, saat-saat merasakan diri ini ditinggalkan. Pernah hendak cuba menjerit ke langit dan memarahi Allah, pernah juga terfikir untuk merajuk dengan dunia dan menghentikan kehidupan. Saya pernah bersedih hingga ke tahap itu. Dan saya yakin, esok lusa akan ada lagi ujian-ujian yang lebih hebat dari yang pernah saya lalui, yang akan membuatkan saya terlutut semula.

Tetapi, ada kelainan apabila kita memahami apakah itu ujian? Mengapakah diturunkan ujian? Apakah tujuan ujian? Ada perbezaannya apabila kita memahaminya. Apatah lagi apabila kita punya keyakinan terhadap Tuan Punya Ujian.

Akhirnya, lama-kelamaan, saya melihat bahawa putus asa itu sebenarnya berlawanan dengan kewarasan akal. Akhirnya saya berjaya melihat bahawa, menjerit ke langit itu berlawanan dengan kewarasan akal. Begitu juga merajuk dengan dunia dan menghentikan kehidupan. Sebab sebenarnya, kita ada satu lagi pilihan. Itulah dia terus bertahan.

Allah bukan tidak menjawab segala doa, segala solat hajat, segala aduan, segala permintaan. Dia Maha Mendengar, dan tiada tempat pengaduan yang lebih baik daripada Dia. Tinggal, Dia itu juga bukan sekadar Maha Mendengar, bukan sekadar Maha Pemakbul Doa, tetapi Dia juga adalah Yang Maha Tahu Atas Segala-galanya. Dia Maha Tahu bilakah waktu yang sesuai untuk menjawab doa kita, untuk memakbulkan permintaan kita. Dia Maha Tahu kemampuan kita, sampai bilakah kita mampu bertahan. Dia Maha Tahu, apakah manfaatnya ujian yang Dia turunkan kepada kita.

Sebab itu, lihatlah firman-firmanNya berkenaan dengan ‘kelewatan’ pertolonganNya. Semua punya bonus.

“Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah? Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah).” Surah Al-Baqarah ayat 214.

Bagaimana agaknya, orang-orang yang teruji, sampai rasa tidak punya lagi harapan, dan pada saat itu sampailah pertolongan yang selama ini diharapkan? Bukankah kekuatannya akan lebih tertingkat? Bukankah dia akan menjadi yang lebih bersyukur? Bukankah keimanannya akan melonjak?

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu mencapai kemenangan dalam banyak medan-medan perang dan di medan perang Hunain, iaitu semasa kamu merasa megah dengan sebab bilangan kamu yang ramai; maka bilangan yang ramai itu tidak mendatangkan faedah kepada kamu sedikitpun; dan (semasa kamu merasa) bumi yang luas itu menjadi sempit kepada kamu; kemudian kamu berpaling undur melarikan diri. Kemudian Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan tentera yang kamu tidak melihatnya, serta Ia menyeksa orang-orang kafir itu (dengan kekalahan yang membawa kehancuran); dan yang demikian itu ialah balasan bagi orang-orang yang kafir.” Surah At-Taubah ayat 25-26.

Saat-saat sebahagian manusia telah berputus asa dan berundur, dan sebahagian lain pula kekal bertahan dalam keadaan kekalahan, bukankah apabila Allah turunkan pertolongan pada saat itu akan berlakunya peningkatan terhadap yang kekal percaya? Bukankah telah tertapis daripada golongan pejuang itu mereka yang benar-benar ikhlas memperjuangkan agama Allah?

Sebab itu, Allah Maha Tahu bilakah hendak menjawab doa-doa hambaNya.

Dia tahu waktu dan ketikanya.

Yang tinggal adalah kita. Apakah mahu kekal bertahan dan percaya? Atau mengalah, menjadi yang rugi selama-lamanya?

Penutup: Dan ada orang itu, kekal teruji hingga ke akhirnya.

Ada di dalam sejarah, manusia-manusia yang mati dalam keadaan tidak mencapai kemenangan perjuangannya. Seperti Nabi Yahya yang dipenggal kepalanya, seperti Nabi Zakaria yang dibelah tubuhnya, seperti tuk guru kepada remaja dalam cerita Ashabul Ukhdud yang di kerat dua dari kepalanya, seperti Khubaib ibn ‘Adi RA yang mati dilapah-lapah Abu Jahal jasadnya, seperti Mus’ab bin Umair RA yang mati kudung kedua belah tangannya, seperti Anas bin Nadhr RA yang mati dengan 80 tusukan pada jasadnya hingga wajahnya tidak dikenali sesiapa kecuali adiknya yang mampu mengenalinya dari cincin di jarinya, seperti Hamzah RA yang mati dimamah jantungnya, dan seperti ramai lagi manusia yang telah berlalu di zaman ini(Asy-Syahid Hassan Al-Banna, Asy-Syahid Syed Qutb) dan juga zaman terdahulu yang mati sebelum menikmati kesenangan hidup.

Apakah Allah tidak menjawab doa mereka?

Tidak. Allah menjawab doa mereka. Dengan syurgaNya.

“Iaitu, kamu beriman kepada Allah dan rasulNya, serta kamu berjuang membela dan menegakkan ugama Allah dengan harta benda dan diri kamu; yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu hendak mengetahui (hakikat yang sebenarnya). (Dengan itu) Allah akan mengampunkan dosa-dosa kamu, dan memasukkan kamu ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, serta ditempatkan kamu di tempat-tempat tinggal yang baik dalam Syurga ‘Adn. Itulah kemenangan yang besar. Surah As-Saff ayat 11-12.

Mereka adalah bukti-bukti, buat mereka yang kini teruji dan hampir hilang percaya.

Jadi bagaimanakah kita?

Apakah benar Allah meninggalkan kita?

Hakikatnya, Allah itu tidak pernah meninggalkan hamba-hambaNya.

Tetapi hamba-hambaNyalah yang sering meninggalkan Dia.

Kita ini ingin tergolong dari kalangan mana?

Yang percaya? Atau yang meninggalkanNya?

Apr 6, 2011

Wanita Solehah



Terdetik untuk menulis mengenai wanita solehah selepas mendengar kata-kata peringatan dari seseorang yang amat dikasihi.Moga Allah memberkati kehidupannya bersama keluarganya.. Inshaallah.. Semoga Allah membantuku menjadi wanita solehah.. Amin..





Diambil dari sabda-sabda Rasulullah S.A.W


1. Wanita solehah adalah lebih baik dari seribu lelaki yang tidak soleh.

2. Wanita apabila melaksanakan solat lima waktu, puasa sebulan Ramadan,
memelihara kehormatan diri serta taatkan suaminya, berpeluanglah ia memasuki
mana-mana pintu syurga yang dikehendakinya.

3. Saidatina Aisyah r.a. berkata: "Saya pernah bertanyakan Rasulullah S.A.W
tentang siapakah manusia yang terlebih berhak terhadap wanita?" Jawab
Rasulullah S.A.W: "Suaminya". Bertanya pula Aisyah: "Siapa pula terlebih berhak
terhadap lelaki?". Jawab Rasulullah S.A.W: "Ibunya".

4. Apabila kamu dipanggil oleh kedua ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu
terlebih dahulu.

5. Sesiapa yang dikurniakan Allah wanita yang solehah, sesungguhnya ia telah
dikurniakan separuh dari agamanya, maka yang separuh lagi hendaklah ia berbakti
(bertakwa) kepada Allah.

6. Sebaik-baik wanita ialah yang tinggal di rumah, tidak keluar kecuali atas
urusan mustahak. Wanita apabila keluar akan dipersonakan (digoda) oleh iblis.

7. Haram bagi wanita melihat lelaki sebagaimana lelaki haram melihat wanita
(bukan muhrim) kecuali dalam menuntut ilmu dan berjual beli. Suatu hari ketika
Rasulullah S.A.W bersama isteri-isteri baginda
(Ummu Salamah dan Maimunah), datang seorang sahabat yang buta (Ibnu Maktum).
Rasulullah S.A.W menyuruh kedua-dua isterinya masuk ke dalam rumah. Bertanya
Ummu Salamah: "Bukankah orang itu tidak dapat melihat kami ya Rasulullah
S.A.W?". Rasulullah S.A.W menjawab: "Bukankah kamu dapat melihatnya?."

8. Wanita yang keluar rumah dengan memakai bau-bauan berjalan di hadapan orang
sehingga terhidu baunya, ia adalah berzina yakni seperti perempuan zina.

9. Tidak memuliakan wanita melainkan orang yang mulia dan tidak menghina mereka
melainkan yang hina.


10. Dunia adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan ialah wanita solehah.

11. Wanita itu boleh dikahwini dengan sebab hartanya, kecantikannya, keturunannya dan agamanya. Hendaklah kamu mendapatkan yang kuat agamanya, tentu ia akan memberi ketenangan kepada kamu.

12. Salah satu tanda keberkatan wanita ialah cepat perkahwinannya dan cepat
pula kehamilannya dan ringan maharnya (mas kahwin).

13. Wanita yang taatkan suaminya, semua burung-burung di udara, ikan di air,
malaikat di langit, matahari dan bulan semuanya beristighfar baginya selama
mana ia masih taatkan suaminya dan diredhai (serta dipelihara akan sembahyang
dan puasanya).

14. Wanita yang taat berkhidmat pada suaminya akan tertutup 7 pintu neraka dan
akan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang disukainya
dengan tidak dihisab.

15. Mana-mana wanita yang bermasam muka menyebabkan rasa tersinggung hati
suaminya, maka ia dimurkai Allah sehingga ia kembali bermanis muka dan
tersenyum mesra terhadap suaminya.

16. Ibnu Umar berkata: Telah datang seorang kepada Rasulullah S.A.W lalu
bertanya: "Apakah hak suami atas isteri?" Jawab baginda: "Tunaikan hajatnya
sekalipun engkau di belakang unta, jangan berpuasa sunat melainkan dengan izin
suami, jika engkau berpuasa juga maka pahalanya untuk suami dan dosa untuk
isteri, jangan keluar melainkan dengan izinnya: jika keluar juga akan dilaknat
oleh Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab sehingga kembali kembali engkau ke
rumah."




PUTERIKU SAYANG


Lembutmu tak bererti kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi lelaki dalam berbakti
Lembut bukan hiasan bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri pada suami yang sejati

Disebalik bersih wajahmu disebalik tabir dirimu
Ada rahsia agung tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati yang takut pada ilahi
Berpegang pada janji mengabdikan diri

Malumu mahkota yang tidak perlukan singgahsana
Tapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Tiada siapa yang akan boleh merampasnya
Melainkan kau sendiri yang pergi menyerah diri

Ketegasanmu umpama benteng negara dan agama
Dari dirobohkan dan jua dari dibinasakannya
Wahai puteriku sayang kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya

Apr 5, 2011

GodaanMu..

Aku tahu engkau mencintaiku,
Aku tahu kau akan sentiasa mengodaku,
Aku tahu kau sentiasa memerhati gerak langkahku,
TAPI,,
Apa yang dapat kuberi padamu,
Aku pasti tidak akan berpaling padamu,
Tidak akan kuberpaling walau sesaat,
Kerana cintaku ini sudah dimiliki,
Dimiliki oleh yang benar-benar mencintaiku,
Yang sentiasa mengasihiku,
Yang sentiasa menjagaku,
Yang tidak akan pernah mengecewakanku,
Hanya satu,
Yakni Dialah, Allah Yang Maha Satu.

JADI??? Mohon maaf dariku,
WAHAI SYAITAN!! h0h0..


Hasil Nukilan,


Siti Nuramirah bt Sheikh Zainal Abidin
&
Balqis Binti Baharudin
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...